GRESIK, Nusadata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka emisi karbon dengan menggelar uji kelayakan gas buang secara massal terhadap 100 kendaraan bermotor di halaman kantor Pemkab Gresik, Rabu (24/6)
Kegiatan ini merupakan langkah strategis daerah dalam mendukung target nasional Net Zero Emission sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kendaraan yang menjalani pengujian meliputi mobil dinas, kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup, angkutan umum, hingga kendaraan patroli Polres Gresik.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan sektor swasta, yakni PT Smelting dan PT Envilab, untuk memastikan seluruh kendaraan—baik berbahan bakar pertalite maupun solar—memenuhi standar ambang batas emisi.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa uji emisi ini bukan sekadar urusan lulus atau tidak lulus secara teknis. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas udara di tengah tingginya aktivitas industri di Gresik.
”Ini wujud tanggung jawab moral bersama untuk memastikan udara di Gresik tetap bersih dan sehat bagi masa depan anak cucu kita,” ujar Asluchul Alif di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, di tengah pesatnya mobilitas transportasi, perawatan kendaraan secara berkala adalah kunci utama mengurangi polusi. Pemkab Gresik pun mendorong masyarakat agar menjadikan uji emisi sebagai kebiasaan rutin, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menyoroti dampak nyata polusi kendaraan terhadap kesehatan masyarakat, terutama risiko gangguan pernapasan.
”Uji emisi rutin dilakukan untuk mengukur kadar polutan dan memastikan kendaraan yang beroperasi tidak melebihi ambang batas emisi yang ditetapkan,” jelas Sri Subaidah.
Sri berharap, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan agar kualitas udara di Gresik semakin baik. Hal ini sejalan dengan ambisi besar Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050.
Dengan kegiatan ini, Pemkab Gresik optimis bahwa kesadaran akan pentingnya emisi kendaraan dapat menjadi budaya baru bagi seluruh pemilik kendaraan di wilayah Gresik demi lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
