GRESIK, Nusadata.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat perdesaan. Terbaru, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan rampungnya betonisasi Jalan Poros Desa (JPD) ruas Klampok-Munggugebang di Kecamatan Benjeng, Jumat (4/9).
Usai meresmikan jalur yang menjadi urat nadi mobilitas warga tersebut, Bupati Yani mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat hasil pembangunan agar usia manfaatnya bisa bertahan lebih lama.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai sesuai target dan sudah bisa dimanfaatkan. Setelah jalan jadi, biasanya kita tanam pohon. Saya titip kepada warga, jalan dan pohonnya sama-sama dirawat. Jangan hanya pemerintah yang merawat, masyarakat juga harus ikut menjaga,” ujar Bupati Yani di hadapan warga Desa Klampok.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga setempat yang telah kooperatif mendukung proses pengerjaan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya aktivitas harian warga selama proyek berlangsung.
Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu, pembangunan infrastruktur jalan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam jaringan konektivitas yang luas. Mulai dari jalan kabupaten, JPD, jalan lingkungan, hingga jalur alternatif antardesa dan antarkecamatan harus saling terhubung untuk mendongkrak perekonomian lokal.
“Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang ikut bergerak ketika jalannya baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti merinci, JPD Klampok-Munggugebang memiliki panjang total sekitar 1,7 kilometer. Pada tahap awal yang rampung dikerjakan tahun ini, penanganan difokuskan pada betonisasi sepanjang kurang lebih 205 meter dengan lebar lima meter untuk menggantikan konstruksi paving block sebelumnya yang sudah mengalami penurunan kualitas.
Pembangunan ruas tersebut dipastikan tidak berhenti pada tahun ini. Pemkab Gresik telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp1,3 miliar guna melanjutkan penanganan tahap berikutnya sebagai bagian dari komitmen penuntasan infrastruktur hingga 2027.
Dhiannita menambahkan, penanganan JPD melalui APBD 2026 secara keseluruhan menjangkau panjang sekitar 4,5 kilometer yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Benjeng, Duduk Sampeyan, Manyar, Cerme, hingga Sangkapura.
Pihaknya berharap infrastruktur yang terbangun ini mampu mendongkrak sektor pertanian, ketahanan pangan, pendidikan, hingga pelayanan dasar masyarakat.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang sudah dibangun. Jangan sampai badan maupun bahu jalan digunakan atau dirusak sehingga mengurangi fungsi jalan,” pungkas Dhiannita.
