Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur kini tengah terjepit dalam sebuah paradoks: wilayah dengan biaya hidup paling tinggi justru menjadi titik penumpukan pengangguran paling besar. Fenomena ini mengindikasikan bahwa daya serap industri formal di kawasan urban belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan angkatan kerja serta kenaikan beban ekonomi masyarakat.
