Cegah Penimbunan Bahan Pokok Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Gresik Intensifkan Pemantauan di Pasar
Gresik : Menjelang hari raya Imlek dan juga bulan suci Ramadan, Satgas Pangan Polres Gresik, melakukan sidak bahan pokok penting ke sejumlah pasar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Salah satunya dilakukan di Pasar Baru Gresik.
Pengecekan dipimpin Kanit IV Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho bersama sejumlah personel Satreskrim. Sidak ini menyasar sejumlah pedagang bahan pokok, untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok sembako menjelang Hari Raya Imlek dan Bulan Ramadhan aman.
Dari hasil pemantauan di lokasi, stok bahan pokok terpantau aman dan mencukupi. Sementara itu, untuk harga mayoritas komoditas masih relatif stabil, meski terdapat kenaikan pada komoditas cabai rawit merah.
Sejumlah harga bahan pokok masih terpantau stabil, di antaranya beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp12.600 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, MinyaKita Rp15.700 per liter, dan minyak goreng premium Rp19.500 per liter.
Untuk harga komoditas protein, daging sapi dijual diharga Rp108.000 per kilogram, daging ayam ras Rp39.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp27.000 per kilogram. Sementara harga bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp35.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabai ada tren kenaikan dengan variasi harga, dengan cabai rawit merah mencapai Rp78.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp25.000 per kilogram.
Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari cuaca hingga harga beli dari distributor.
“Untuk cabai rawit merah memang cukup tinggi. Pedagang di Pasar Baru Gresik mengambil pasokan dari Pasar Keputran Surabaya, dengan harga beli sudah di atas Harga Acuan Penjualan, yakni sekitar Rp73.000 per kilogram,” kata Luthfi, usai melakukan sidak di pasar Baru Gresik, Jumat, 6 Februari 2026.
Luthfi menjelaskan, kenaikan ini karena dipengaruhi faktor cuaca sehingga pasokan yang diterima pedagang berkurang. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan hasil panen cabai menurun karena kualitas yang cepat rusak dari tingkat petani.
“Kondisi hujan membuat cabai lebih mudah busuk sehingga panen tidak maksimal. Namun secara umum stok bapokting masih aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan,” jelasnya.
Iptu Luthfi menambahkan, Polres Gresik akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mencegah penimbunan serta memastikan harga tetap terkendali menjelang Ramadan dan Imlek.
“Kami akan rutin turun ke pasar untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.
