GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan Jalan Poros Desa (JPD) di seluruh wilayah. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam mendukung mobilitas warga serta meningkatkan konektivitas antardesa.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam acara Dialog Publik bertema “Sinergi DPRD Gresik dan KWGe dalam Mengawal Jalan Poros Desa” yang berlangsung di Gedung GNI, Selasa (2/6/2026).
Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menjelaskan bahwa di bawah aturan baru, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan, peran pemerintah kabupaten kini jauh lebih besar dalam penyelenggaraan dan pembinaan jalan desa. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menuntaskan masalah infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
”Pembangunan jalan poros desa kini menjadi fokus utama kami. Bersama DPRD, kami telah menyatukan visi untuk menjadikan JPD sebagai prioritas pembangunan pada tahun 2026 hingga 2027,” ujar Bupati Yani.
Strategi Skala Prioritas
Menanggapi keterbatasan fiskal daerah, Bupati menekankan pentingnya efektivitas anggaran. Pembangunan tidak bisa dilakukan secara serentak di semua titik, melainkan harus dipetakan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi mobilitas warga.
”Kami tidak bisa menghitung satu ruas jalan tanpa melihat kondisi detail di lapangan. Mana yang rusak berat dan mana yang rusak sedang harus dipetakan agar anggaran daerah benar-benar terserap secara efektif,” tambahnya.
Sebagai contoh keberhasilan strategi ini, Bupati mencontohkan pembangunan Jalan Menganti. Meski sempat diragukan, proyek tersebut kini telah membuahkan hasil nyata karena dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Syahrul Munir, menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal arah pembangunan agar tetap pada jalur prioritas.
Syahrul mengungkapkan bahwa total kebutuhan dana untuk perbaikan seluruh JPD di Gresik diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Angka yang besar ini menuntut transparansi dan penentuan skala prioritas yang tepat.
Selain menyoroti sisi anggaran, Syahrul juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam menjaga infrastruktur yang sudah dibangun.
”Dulu masyarakat terbiasa bergotong royong menjaga akses jalan. Sekarang, ketika ada kerusakan, trennya justru diviralkan. Kami berharap semangat gotong royong ini bisa kita bangkitkan kembali untuk merawat fasilitas desa kita bersama,” tutur Syahrul.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yani juga memberikan apresiasi kepada insan media yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Grissee (KWGe). Ia menilai peran media sangat krusial sebagai mitra strategis dalam mengawasi serta memberikan masukan konstruktif bagi jalannya pembangunan di Kabupaten Gresik.
Dengan sinergi antara Pemkab, DPRD, dan dukungan masyarakat, diharapkan target perbaikan infrastruktur jalan desa ini dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh seluruh warga Gresik
