LAMONGAN, Nusadata.id — Dunia olahraga panjat tebing di Kabupaten Lamongan memasuki babak baru. Muhammad Harryanto, sosok pengusaha yang juga dikenal sebagai Founder Apparel Allegiant, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lamongan masa bakti 2026–2030.
Pria yang akrab disapa Harry tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) FPTI Kabupaten Lamongan. Ia dipercaya untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Ketua Umum periode sebelumnya, Matekur.
Selepas seremoni pengukuhan, Harry menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada keluarga besar FPTI Lamongan atas amanah yang diberikan kepadanya.
”Alhamdulillah, semoga amanah. Terima kasih kepada semua atas amanah dan dukungan KONI, Disbudporapar, dan teman-teman semua. Semoga apa yang kita rencanakan bisa lancar dan FPTI kembali berjaya,” ujar Harry.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lamongan, Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan, serta berbagai pihak yang terus memberikan dukungan penuh bagi perkembangan olahraga panjat tebing di daerah.
Di bawah kepengurusannya, Harry berharap roda organisasi dapat segera bergerak cepat menyusun program kerja strategis. Fokus utama mereka adalah menghidupkan kembali pembinaan atlet panjat tebing secara berkesinambungan di Kabupaten Lamongan.
Pengukuhan kepengurusan baru ini mendapat sambutan hangat dari tingkat provinsi. Ketua Harian Pengprov FPTI Jawa Timur, Danu Iswara, menaruh harapan besar agar momentum ini menjadi titik balik kebangkitan prestasi panjat tebing di Lamongan.
Menurut Danu, kembalinya sejumlah senior ke dalam jajaran kepengurusan FPTI Lamongan merupakan modal krusial untuk mengaktifkan kembali berbagai kegiatan organisasi, khususnya penyelenggaraan kompetisi.
”Karena dengan kompetisi kita akan mendapatkan bibit atlet baru. Kompetisi juga sebagai ajang menunjukkan kemampuan. Jika itu bisa dijalankan lagi, saya rasa masa kejayaan FPTI Lamongan meraih prestasi akan kembali,” tegas Danu.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kompetisi secara rutin sangat esensial dalam proses regenerasi atlet. Selain menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan mental dan fisik, kompetisi juga menjadi instrumen penting bagi FPTI dalam menjaring bibit-bibit potensial yang siap diandalkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan di masa depan
