GRESIK, Nusadata.id — Penampilan memukau disuguhkan oleh Nusa Octave Orchestra SMA NU 1 (SMANUSA) Gresik dalam ajang penganugerahan Giri Pancasuar (GPA) Award 2026 di Hotel Aston Gresik, Rabu (5/8/2026). Kelompok orkestra pelajar ini sukses menghipnotis ratusan tamu undangan melalui harmonisasi musik yang apik.
Di balik penampilan gemilang tersebut, tersimpan perjalanan panjang proses pembinaan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Pelatih kepala Nusa Octave Orchestra, Dirgo Roslukita, mengungkapkan bahwa kelompok musik yang berdiri sejak 2010 ini kini telah memasuki generasi ke-16.
”Perjalanannya tidak mudah. Di awal kami harus mengenalkan dulu instrumen musik barat kepada siswa, termasuk cara membaca notasi balok. Semua membutuhkan proses, disiplin, dan ketekunan,” ujar Dirgo.
Berawal dari sekitar 10 anggota pada awal pendiriannya, ekstrakurikuler orkestra ini kini berkembang pesat dengan jumlah peserta mencapai 100 hingga 250 siswa. Rutinitas latihan yang digelar dua kali sepekan dengan durasi lebih dari dua jam terbukti mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan konsistensi para siswa.
Konsistensi tersebut mengantarkan Nusa Octave Orchestra menorehkan prestasi membanggakan. Berbagai panggung bergengsi telah berhasil dijajaki, mulai dari tampil di hadapan Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto, manggung di Gedung Negara Grahadi, berkolaborasi dengan musisi nasional seperti Yuni Shara, hingga melahirkan alumni yang kini berkarier sebagai musisi profesional termasuk pengiring penyanyi Denny Caknan.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran para alumni yang terus aktif mendampingi proses regenerasi. “Ekstrakurikuler ini bukan sekadar tempat belajar musik, tetapi sudah menjadi keluarga. Alumni masih sering datang untuk berbagi ilmu dan menjaga kualitas orkestra tetap terjaga dari generasi ke generasi,” pungkas Dirgo.
