Pekerja di Lamongan menggemas songkok hendak dikirim, memenuhi permintaan songkok kebanjiran pesanan saat bulan Ramadhan 1447 H.
Lamongan : Perajin songkok di sentra industri Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami lonjakan permintaan hingga tiga kali lipat menjelang dan selama Ramadan tahun ini. Kondisi tersebut terlihat di rumah produksi milik Ahmad Rohman yang kebanjiran pesanan sejak sebelum Ramadan hingga saat ini.
Lonjakan permintaan ini membuat suasana produksi di sentra songkok Desa Pengangsalan menjadi sibuk, dengan deru mesin jahit yang bekerja sejak pagi hingga dini hari untuk mengejar target pesanan. Rumah produksi milik Ahmad Rohman, yang pada hari biasa mengirim sekitar 3.000 kodi per bulan, kini mampu mencapai sekitar 9.000 kodi per bulan.
Untuk memenuhi peningkatan pesanan, para perajin menambah tenaga lepas dan memperpanjang jam kerja atau lembur agar seluruh pesanan dapat terkirim tepat waktu selama bulan puasa. Meski volume meningkat tajam, para perajin tetap mengutamakan kualitas dengan menggunakan bahan beludru premium supaya nyaman dipakai untuk beribadah dalam waktu lama.
“Produk songkok khas Lamongan tidak hanya dikirim ke kota-kota di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Bandung, dan Jakarta, tetapi juga mulai merambah ke luar Pulau Jawa, termasuk Sumatra dan Kalimantan,” kata Ahmad Rohman perajin songkok, Jumat, 20 Februari 2026.
Untuk harga per buah songkok dibanderol berkisar antara Rp40.000 hingga Rp100.000 tergantung bahan dan motif.
Desa Pengangsalan tercatat sebagai desa penghasil songkok terbesar di Lamongan, dengan lebih dari 80 persen warga yang menggantungkan profesi sebagai perajin songkok. Momentum Ramadan menjadi berkah bagi warga setempat karena membuka kesempatan kerja tambahan bagi tenaga lepas, terutama pada proses pengemasan.
Ahmad Rohman mengaku, rumah produksi songkok di Desa mendapatkan lonjakan permintaan terhadap hasil produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
“Sebelum puasa pesanan sudah banyak hingga saat ini, bisa tembus sampai 9.000 kodi per bulan,” ujar Rohman.
Tindak lanjut yang diperlukan antara lain pengaturan logistik dan dukungan terhadap kebutuhan tenaga kerja agar pesanan besar dapat dipenuhi tanpa menurunkan kualitas, serta akses pasokan bahan baku yang stabil untuk mempertahankan kapasitas produksi selama puncak permintaan.
