GRESIK, Nusadata.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat pasar rakyat. Dalam momen pelantikan pengurus baru DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Gresik periode 2026-2031, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengajak para pedagang untuk berkolaborasi memanfaatkan teknologi digital, yakni platform SIBAPO.
Wabup Alif menegaskan bahwa peran APPSI sangat vital sebagai mitra strategis pemerintah. Salah satu fokus utamanya adalah memantau fluktuasi harga komoditas agar tetap terkendali dan tidak merugikan masyarakat maupun pedagang itu sendiri.
”Kami mengajak seluruh jajaran APPSI untuk aktif memanfaatkan platform pemantauan harga SIBAPO. Dengan data yang terupdate secara real-time, kami bisa dengan cepat mengambil langkah mitigasi jika terjadi kenaikan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Wabup Alif usai prosesi pelantikan di Ruang Putri Mijil, Sabtu (20/6).
Selain melalui platform SIBAPO, Wabup Alif juga mensosialisasikan kanal pengaduan resmi Pemkab Gresik di nomor 0812-1788-9986. Ia berharap jalur komunikasi ini menjadi jembatan bagi pedagang untuk melaporkan kendala di lapangan, baik terkait harga maupun hambatan distribusi barang.
Menurut Wabup Alif, kolaborasi data antara pemerintah dan pedagang ini adalah kunci utama. Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar, Pemkab Gresik berkomitmen untuk segera melakukan tindak lanjut, mulai dari operasi pasar hingga koordinasi intensif dengan pihak Bulog.
Ketua DPD APPSI Gresik yang baru dilantik, Munawarah, menyambut baik ajakan tersebut. Ia berkomitmen untuk segera menginstruksikan pengurus di tingkat unit pasar agar tertib dalam melaporkan kondisi harga melalui mekanisme yang telah disiapkan pemerintah.
”Kami siap bersinergi. APPSI ingin memastikan bahwa pasar rakyat di Gresik bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ekosistem yang stabil dan kondusif bagi pedagang dan konsumen. Pemanfaatan SIBAPO akan menjadi bagian dari agenda kerja kami ke depan,” pungkas Munawarah.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus memberikan rasa aman bagi para pedagang dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari di Kabupaten Gresik.
