GRESIK, Nudadata.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memantapkan langkah dalam mempercepat laju pembangunan daerah dengan menjadikan desa sebagai titik sentral. Hal ini ditegaskan melalui penyelenggaraan kegiatan “Klinik Desaku: Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa” yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis (25/6).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik ini bertujuan untuk menyinkronkan arah pembangunan desa agar selaras dengan agenda pembangunan kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis bagi masa depan Gresik. Dengan 88 persen dari 1,3 juta penduduk tinggal di wilayah perdesaan, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas tata kelola di tingkat desa.
”Pemerintahan desa bukan lagi sekadar pelaksana, melainkan ujung tombak sekaligus subjek pembangunan. Oleh karena itu, desa tidak boleh berjalan sendiri; harus ada sinkronisasi mulai dari RPJM Desa hingga RPJMD Kabupaten,” ujar Wabup Alif dalam arahannya.
Menurut Wabup, tantangan utama saat ini terletak pada harmonisasi program dan akurasi data. Ia menyoroti pentingnya integrasi dokumen perencanaan dan penguatan tata kelola data desa—mulai dari data kemiskinan, stunting, hingga infrastruktur—sebagai dasar kebijakan yang tepat sasaran dan efektif dalam penggunaan anggaran.
Sinkronisasi ini, lanjutnya, menjadi bagian tak terpisahkan dari visi Nawakarsa Gresik Baru. Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas, diharapkan program pembangunan desa dapat mendukung pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas layanan dasar bagi masyarakat.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas PMD Kabupaten Gresik, Riyan Pramana Swanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi krusial di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang, terutama pasca terbitnya UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.
”Sekretaris desa adalah motor utama penggerak di lapangan. Melalui Klinik Desaku, kita ingin memastikan para aparatur desa lebih adaptif dan paham akan regulasi, sehingga tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan optimal,” pungkas Riyan.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran sekretaris desa dan perangkat kecamatan dari seluruh wilayah di Kabupaten Gresik, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kemandirian desa melalui kebijakan alokasi dana yang berkelanjutan
